Sekda Banyuasin Pimpin Rapat TP3S 2026, Monev MBG Tekankan Kebersihan dan Kualitas Gizi

0

“Pemkab Banyuasin menegaskan pengawasan ketat kebersihan, keamanan pangan, dan kecukupan gizi dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis melalui rapat TP3S 2026 agar upaya penurunan stunting berjalan terarah dan terukur.”

Suasana rapat TP3S 2026 sekaligus monitoring evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin

Rapat TP3S 2026 dirangkaikan monev MBG di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin. Sumber: Pemkab Banyuasin

Sumber: Rilis resmi Pemkab Banyuasin (TP3S) • 18 Februari 2026

Pemerintahan • Pangkalan Balai (Banyuasin III) • Kabupaten Banyuasin

Pemkab Banyuasin menggelar Rapat TP3S Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekda Erwin Ibrahim menekankan pengawasan ketat kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas dan kecukupan gizi agar intervensi penurunan stunting lebih terarah dan berdampak.

Rabu, 18 Februari 2026 Ruang Rapat Bappeda Litbang Banyuasin Agenda: Rapat TP3S + Monev MBG

Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) melaksanakan rapat koordinasi Tahun 2026 sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini menjadi forum penguatan sinergi lintas sektor untuk menekan stunting dan memastikan program berjalan sesuai standar di lapangan.

Fokus arahan: kebersihan, keamanan pangan, dan gizi MBG

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim. Dalam arahannya, Sekda menegaskan upaya penurunan stunting tidak bisa dilakukan parsial, melainkan memerlukan kolaborasi perangkat daerah, kecamatan, dan pihak terkait. Ia juga menekankan pelaksanaan MBG perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya terkait kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas dan kecukupan gizi makanan yang disajikan.

Pemkab Banyuasin menekankan MBG harus diawasi ketat—mulai dari kebersihan dan keamanan pangan hingga kecukupan gizi—agar benar-benar berkontribusi pada perbaikan status gizi anak dan percepatan penurunan stunting.

Monitoring berkala dan tindak lanjut cepat

Sekda meminta monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan MBG tepat sasaran, sesuai standar, serta tidak menimbulkan persoalan di lapangan. Setiap temuan dan kendala yang muncul diminta segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti cepat oleh instansi terkait.

Laporan perangkat daerah dan masukan lintas sektor

Dalam forum rapat, perangkat daerah dan pihak terkait menyampaikan laporan progres pelaksanaan program, tantangan di lapangan, serta usulan langkah perbaikan. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi lanjutan agar intervensi penurunan stunting semakin efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Peserta rapat

Rapat TP3S dan monev MBG ini turut dihadiri Inspektur Kabupaten Banyuasin, Kepala Bappeda Litbang, para camat atau perwakilan, perwakilan pihak BGN, serta para kepala atau perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Pemkab Banyuasin berharap komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat upaya percepatan penurunan stunting, sekaligus mendorong terwujudnya generasi Banyuasin yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca juga

Pemkab Banyuasin salurkan beras khusus CPPD untuk balita terdampak stunting di Talang Kelapa
Camat Talang Kelapa monitoring dapur SPPG Air Batu, dorong pemerataan layanan gizi sekolah

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan