Batik Jumputan Pedade, Warisan Budaya Khas Banyuasin yang Telah Terdaftar HKI
Batik Jumputan Pedade merupakan salah satu wastra khas Kabupaten Banyuasin yang menjadi simbol kekayaan budaya dan kearifan lokal daerah.
Budaya & Kearifan Lokal
Batik Jumputan Pedade, Wastra Khas Banyuasin yang Angkat Kearifan Lokal dan Budaya Daerah
Banyuasin – Batik Jumputan Pedade merupakan salah satu wastra khas Kabupaten Banyuasin yang menjadi simbol kekayaan budaya dan kearifan lokal daerah. Batik ini lahir dari kreativitas putra-putri daerah dengan mengangkat nilai tradisi, budaya, serta kekayaan alam Banyuasin.
Keunikan Batik Jumputan Pedade terletak pada teknik pembuatannya. Dalam satu lembar kain, batik ini memadukan dua teknik sekaligus, yakni membatik baik secara cap maupun tulis, serta teknik jumput yang memberikan ciri khas tersendiri pada motifnya.
Makna Motif Batik Jumputan Pedade
Setiap helai Batik Jumputan Pedade memiliki motif yang sarat makna dan filosofi. Motif-motif tersebut merepresentasikan wastra khas Sumatera Selatan, serta menggambarkan kekuatan dan kekayaan wilayah pesisir Banyuasin.
Beberapa motif Batik Jumputan Pedade yang dikenal di antaranya Pedade Serangkai, Ruma Bari Pesirah, Alam Banyuasin Betuah, Udang Muare Sungsang, Nanas Sedongkok, Nanggok Udang, hingga Jumputan Bejalu.
Batik Jumputan Pedade tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga identitas daerah yang merekam nilai sejarah, tradisi, serta kekayaan alam Banyuasin.
Telah Terdaftar Hak Kekayaan Intelektual
Sejumlah motif Batik Jumputan Pedade telah resmi terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada tahun 2024. Pendaftaran ini menjadi langkah penting dalam melindungi karya budaya daerah sekaligus memperkuat pengakuan terhadap Batik Jumputan Pedade sebagai warisan budaya Banyuasin.
Dengan adanya perlindungan HKI, Batik Jumputan Pedade diharapkan dapat terus berkembang, dikenal lebih luas, serta memberikan manfaat ekonomi dan kebanggaan bagi masyarakat daerah.
Ke depan, Batik Jumputan Pedade diharapkan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi kreatif serta pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Sumber: Facebook Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin
