Bupati Banyuasin dan Forkopimda Panen Raya 4 Ton Cabai di Kompi Produksi

0

Bupati Banyuasin bersama Forkopimda panen raya 4 ton cabai di Kompi Produksi. Cabai juga diolah KWT Kelurahan Mulya Agung menjadi sirup dan permen sebagai inovasi pascapanen.

Bupati Banyuasin Askolani bersama Forkopimda saat panen raya 4 ton cabai di Kompi Produksi Banyuasin, Rabu (14/1/2026).

Bupati Banyuasin Askolani bersama Forkopimda mengikuti panen raya cabai di kawasan Kompi Produksi, Banyuasin. Sumber: Diskominfo-SP/IKP Kabupaten Banyuasin

Ketahanan Pangan • Banyuasin

Bupati Banyuasin dan Forkopimda Panen Raya 4 Ton Cabai di Kompi Produksi

PANGKALAN BALAI, Banyuasin — Rabu, 14 Januari 2026

Bupati Banyuasin Askolani bersama jajaran Forkopimda mengikuti panen raya cabai sebanyak 4 ton di kawasan Kompi Produksi, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penguatan sektor hortikultura dan ketahanan pangan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim serta jajaran TNI/Polri dan perangkat daerah. Kawasan Kompi Produksi disebut pertama kali diluncurkan pada 26 Mei 2025 dengan luas sekitar 2 hektar.

Berdasarkan catatan panen, lahan tersebut telah melakukan panen sebanyak 11 kali. Total produksi cabai dilaporkan mencapai 19 ton pada periode awal Desember 2025 hingga Januari 2026, termasuk panen yang berlangsung hari ini.

Bupati Banyuasin Askolani bersama Forkopimda dan warga saat panen raya cabai di kawasan Kompi Produksi Banyuasin.
Bupati Banyuasin Askolani bersama Forkopimda dan kelompok tani saat panen raya cabai di kawasan Kompi Produksi. Sumber: Diskominfo-SP/IKP Kabupaten Banyuasin.

Fokus Hortikultura dan Kolaborasi Lintas Pihak

Bupati menyampaikan panen raya cabai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, tidak hanya pada komoditas padi, tetapi juga sektor hortikultura. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas pihak.

Bupati mengapresiasi sinergi dengan jajaran TNI yang mendukung inisiasi Kompi Produksi. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan disebut kini mampu menghasilkan komoditas yang dibutuhkan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan harapan dari pihak TNI agar program produktif dapat diperluas, termasuk penguatan komoditas lain seperti perikanan, peternakan, bawang, padi, semangka, dan jagung melalui pendampingan Babinsa di wilayah.

KWT Mulya Agung Olah Cabai Jadi Sirup dan Permen

Dalam panen kali ini, cabai yang dipanen juga diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Mulya Agung menjadi produk olahan berupa sirup cabai dan permen cabai. Inovasi ini dilakukan untuk memanfaatkan panen yang melimpah sekaligus menambah nilai produk.

Perwakilan KWT menyebut proses pembuatan sirup dan permen membutuhkan waktu sekitar dua hari dan diupayakan tanpa pengawet. Dari sekitar 250 gram cabai, dapat dihasilkan beberapa botol sirup ukuran 250 ml serta produk permen.

Ringkas informasi:

  • Panen raya: 4 ton cabai (Rabu, 14 Januari 2026)
  • Lokasi: Kawasan Kompi Produksi, Banyuasin
  • Luas lahan: sekitar 2 hektar
  • Rekam panen: 11 kali, total dilaporkan 19 ton (Des 2025–Jan 2026)
  • Inovasi: cabai diolah KWT Mulya Agung menjadi sirup dan permen
Sumber: Diskominfo-SP/IKP.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *