Bedanya Berita, Press Release, dan Advertorial: Cara Membacanya dengan Kritis (Panduan Warga Banyuasin)

0

Tidak semua artikel di internet punya tujuan yang sama: ada berita, siaran pers, dan advertorial/sponsor. Dengan memahami ciri masing-masing, warga Banyuasin bisa membaca lebih kritis, menilai rujukan dengan adil, dan tidak mudah terbawa framing atau promosi yang disamarkan sebagai informasi.

Infografis bedanya berita, press release, dan advertorial untuk panduan warga Banyuasin membaca informasi dengan kritis

Ilustrasi infografis literasi media: bedanya berita, press release, dan advertorial untuk warga Banyuasin. Sumber: IDN Update

Edukasi • Transparansi Konten • Banyuasin

Bedanya Berita, Press Release, dan Advertorial: Cara Membacanya dengan Kritis (Panduan Warga Banyuasin)

Anti biasLebih paham konteksUpdate 2026

Di internet, tidak semua “artikel” punya tujuan yang sama. Ada yang murni berita, ada yang bersumber dari siaran pers, dan ada juga advertorial/sponsor. Memahami perbedaannya membantu warga Banyuasin membaca informasi dengan lebih kritis, tanpa mudah terbawa opini atau framing.

Tujuan artikel ini: memberi patokan cepat agar pembaca bisa mengenali jenis konten dan menilai informasinya dengan adil.

1) Berita (news): fokus pada fakta dan kepentingan publik

  • Biasanya memuat konteks: apa, kapan, di mana, siapa, bagaimana.
  • Mengutip narasumber/rujukan yang dapat ditelusuri.
  • Berpotensi memuat pembaruan jika ada perkembangan.

2) Press release/siaran pers: informasi dari lembaga/perusahaan/instansi

  • Sumber utama berasal dari pihak yang mengirim rilis.
  • Nada penulisan cenderung formal dan menonjolkan kegiatan/agenda.
  • Pembaca tetap perlu menilai: data apa yang disajikan, dan apa yang tidak disebutkan.

3) Advertorial/sponsored: konten kerja sama/promosi

  • Tujuannya mengenalkan program/produk/jasa atau citra pihak tertentu.
  • Nadanya lebih “mengajak” dan menonjolkan keunggulan.
  • Idealnya diberi label transparan (mis. “Advertorial”, “Sponsored”, atau “Kerja Sama”).

Checklist cepat: cara mengenali jenis konten

  1. Lihat sumbernya: dari instansi/brand atau liputan lapangan?
  2. Lihat bahasa: informatif netral atau cenderung promosi?
  3. Lihat keseimbangan: ada konteks dan rujukan, atau satu sisi saja?
  4. Lihat label: apakah ada penanda “sponsored/advertorial” jika memang kerja sama?

Kenapa pembaca perlu tahu?

  • Agar tidak menganggap promosi sebagai “fakta tunggal”.
  • Agar bisa menilai kepentingan di balik sebuah tulisan.
  • Agar diskusi warga lebih sehat: kritik berdasarkan data, bukan asumsi.
Baca juga (memilih sumber yang kredibel): Cara Memilih Media Berita Lokal yang Kredibel di Kabupaten Banyuasin (Checklist) .
Artikel ini membantu kamu menilai identitas, sumber, konteks, dan kebiasaan koreksi pada sebuah media.
Rujukan standar editorial: Profil & standar editorial IDN Update.
Gunakan halaman ini sebagai patokan untuk memahami transparansi rujukan, verifikasi, serta mekanisme koreksi/klarifikasi.
Edukasi Literasi Media Advertorial Press Release Banyuasin

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *