BPS Banyuasin Paparkan Indikator Makro, Pertumbuhan Ekonomi 2025 Naik Jadi 5,40 Persen
“Paparan BPS dalam audiensi di Pangkalan Balai menegaskan ekonomi Banyuasin bergerak positif—pertumbuhan 2025 naik ke 5,40 persen—seraya memperkuat komitmen Pemkab memakai data akurat dan sensus 2026 sebagai dasar kebijakan pembangunan.”
Berita • Pemerintahan • Pangkalan Balai (Banyuasin III) • Kabupaten Banyuasin
BPS Banyuasin memaparkan indikator makro daerah dalam audiensi bersama Bupati Askolani, termasuk pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,40 persen dan data sektor pertanian 2025.
Pangkalan Balai — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuasin melakukan audiensi dengan Bupati Banyuasin Askolani di Guest House Rumah Dinas Bupati, Jumat (27/2/2026). Pertemuan ini membahas agenda Sensus Tahun 2026 serta pemaparan sejumlah indikator makro yang menjadi rujukan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Paparan BPS menegaskan ekonomi Banyuasin bergerak positif, sekaligus menguatkan komitmen pemerintah daerah menjadikan data akurat dan sensus 2026 sebagai pijakan program prioritas yang terukur.”
Bahas sensus 2026 dan indikator strategis
Dalam audiensi tersebut, BPS memaparkan beberapa indikator strategis seperti pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, tingkat pengangguran, serta data statistik sektoral lain yang dibutuhkan sebagai dasar perumusan kebijakan. Pemkab Banyuasin menyatakan dukungan agar pelaksanaan sensus 2026 berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas.
Pertumbuhan ekonomi naik, 2025 tercatat 5,40 persen
Kepala BPS Banyuasin Basuki Rahmat menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin tercatat 5,40 persen. Dalam paparan yang sama disebutkan angka tersebut meningkat dibanding tahun 2024 yang berada di 5,14 persen, sehingga menggambarkan aktivitas ekonomi daerah bergerak positif.
Data pertanian 2025: luas panen dan produksi
Selain indikator makro, BPS juga menyampaikan data sektor pertanian. Luas panen Kabupaten Banyuasin pada 2025 disebut mencapai 230.797 hektare dengan produksi 1.175.418 ton GKG. Adapun produksi beras pada 2025 disebut sebesar 674.989 ton.
Pemkab tekankan kebijakan berbasis data
Bupati Askolani menegaskan pentingnya data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai landasan menyusun program prioritas serta evaluasi kinerja pembangunan. Pemkab juga menekankan kolaborasi dengan BPS untuk memperkuat kebijakan berbasis data yang komprehensif.
